Web Analytics Made Easy - Statcounter

Realisasi Anggaran Pascabencana Aceh Utara Lampaui Angka 60 Persen

LHOKSUKON – ForumKeadilanAceh.com | Pemerintah Kabupaten Aceh Utara memastikan bahwa realisasi anggaran penangananpasca bencana yang bersumber dari Transfer ke Daerah (TKD) maupun tambahan TKD, telah menunjukkan progres signifikan di lapangan. Hingga saat ini, ketercapaian kegiatan fisik dan eksekusi program di daerah telah melampaui angka 60 persen.

Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi Panyang,menyampaikan bahwa seluruh tahapan administratif seperti pelelangan dankelengkapan dokumen pendukung telah rampung. Saat ini, seluruh kegiatan sudahberada pada tahap eksekusi kerja di lapangan dan tinggal menunggu penyelesaianfisik.

“Apa yang selama ini dipertanyakan olehberbagai pihak, hari ini sudah terjawab dengan adanya realisasi nyata dilapangan. Tidak ada lagi kendala dokumen atau pelelangan, semuanya sudah padatahap eksekusi,” ujar Tarmizi, usai pertemuan dengan Ketua Tim Satgas PRR Aceh Kemendagri, Dr Imran, belum lama ini.

Meski demikian, Tarmizi mengakui masih ada beberapa titik yang memerlukan penanganan khusus, terutama terkait akses jalandan jembatan darurat di Kecamatan Sawang. Salah satu perhatian utama berada dijembatan penghubung antara Sawang dan Gunci yang hingga kini belum sepenuhnya terbangun.

“Selain itu, kendala akses juga masih terjadi dikawasan Riseh, Kecamatan Sawang. Putusnya badan jalan akibat tergerus aliransungai membuat jalan utama hilang total, sehingga membutuhkan penanganandarurat dengan mengerahkan alat berat, ” terang Tarmizi Panyang (Sapaan akrabnya).

Menurutnya, pascabanjir pada akhir tahun 2025, persoalanutama di Sawang saat ini adalah akses darurat. Di Riseh, jalannya hilang totalkarena tergerus sungai. dirinya juga sudah meminta agar alat berat (ekskavator) segera diturunkan ke lokasi untuk membuka jalan darurat, supaya warga tidak perlu lagi melintasi area sawah masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Aceh Utara berkomitmen untuk terus mengawal penyelesaianpekerjaan fisik tersebut agar mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah terdampak dapat segera kembali normal.” pungkasnya. (Advertorial)