Lhoksukon – ForumKeadilanAceh.com | Bupati Aceh Utara, H. Ismail A Jalil, SE, MM bersama Wakil Bupati Tarmizi, S. I. Kom dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, terus merampungkan data Korban Bencana Alam Banjir November 2025 lalu dan membangun komunikasi intens dengan pemerintah pusat.
Tujuan komunikasi tersebut, agar semua data selesai diserahkan, baik itu korban yang berhak menerima Jaminan Hidup, Pemberdayaan ekonomi, Rumah rusak ringan, Rusak sedang dan Rusak berat.
Pasalnya para penyintas banjir penerima bantuan belum merata, hal ini diungkapkan Ayah Wa kepada Kepala BNPB Pusat dan Menteri Sosial saat beraudiensi belum lama ini di Jakarta.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara berharap percepatan penyaluran bantuan dari pemerintah pusat dapat segera dilakukan, agar proses pemulihan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat tidak tertunda.
Menurut Ayah Wa, dampak banjir tidak hanya dirasakan pada sektor permukiman, akan tetapi sektor penopang ekonomi seperti lahan pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan hingga sektor UMKM yang berjimlah ribuan terancam gulung tikar.
“Hasil pendataan OPD terkait ribuan hektar kebun rusak, puluhan ribu ternak mati, sementara lahan sawah dan tambak masih tertutup material lumpur tebal,ini menjadi persoalan penting disegerakan rehab rekonnya,” ungkap Ayah Wa, Sabtu (11/07/2026).
Bantuan revitalisasi yang dijanjikan Kementerian Pertanian juga belum terealisasi. Di sisi lain, sebagian jaringan irigasi masih dalam proses perbaikan sehingga belum dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung percepatan pembenahan bidang pertanian.
Hingga saat ini, BPBD Aceh Utara telah menuntaskan pendataan, verifikasi, dan validasi By Name By Address (BNBA) terhadap penyintas banjir di 696 gampong pada 25 kecamatan terdampak dari total 852 gampong dan 27 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara berharap Pemerintah Pusat dapat mempercepat realisasi bantuan yang telah diusulkan. Kepastian penyaluran bantuan tersebut sangat dibutuhkan agar masyarakat terdampak dapat kembali hidup normal. (Advertorial)












