Lhoksukon – ForumKeadilanAceh.com | Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyalurkan Bantuan Jaminan Hidup (Jadup) sebesar Rp 3.122.550.000 kepada 2.313 jiwa atau 625 Kepala Keluarga (KK) korban banjir di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.
Bantuan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia itu diserahkan secara simbolis oleh Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E, MM yang akrab disapa Ayah Wa, bertempat di Aula Kantor Kecamatan Sawang, Selasa (17/3/2026).
Pada kesempatan tersebut, Ayah Wa mengatakan, bantuan diserahkan untuk korban bencana banjir dan longsor dari lima gampong (desa), yakni Gampong Blang Reuling, Blang Teurakan, Krueng Baro, Lagang, dan Gampong Paya Rabo Timu.
“Total bantuan yang telah dicairkan sebesar Rp. 3.122.550.000 untuk 2.313 jiwa penerima manfaat atau 625 KK,” ujar Ayah Wa.
Ia menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan setelah melalui proses verifikasi dan validasi data yang ketat. Tahapan dimulai dari usulan calon penerima oleh Keuchik (kepala desa), dilanjutkan ke tingkat camat, hingga penetapan oleh bupati bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Bupati menambahkan, pencairan yang dilakukan saat ini merupakan tahap pertama. Pemerintah memastikan proses berjalan sesuai prosedur agar bantuan tepat sasaran.
Bagi warga yang belum menerima Jadup, pemerintah meminta untuk bersabar. Saat ini, data penerima masih dalam proses verifikasi dan validasi.
“Apabila seluruh data telah lengkap dan dinyatakan valid, maka bantuan akan segera dicairkan pada tahap berikutnya,” sebut Ismail A. Jalil.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara membagi bantuan tersebut ke dalam tiga peruntukan utama bagi para warga terdampak bencana banjir dan longsor. Komponen bantuan mencakup jaminan Jatah Hidup (Jadup), stimulan pemulihan ekonomi, dan biaya pengisian hunian.
Bupati Ayah Wa menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak menyimpan dana bantuan tersebut di rekening daerah. Seluruh anggaran berasal dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan ditransfer langsung ke rekening penerima manfaat.
“Jadi uang tidak ada di daerah, kita usulkan ke pusat berjenjang dari kabupaten, provinsi hingga kementerian. Barulah uang itu disalurkan kepada penyintas banjir secara langsung, tanpa transit di rekening pemerintah daerah,” ujar Ayahwa, sapaan akrab Bupati Aceh Utara.
Langkah ini bertujuan untuk menjaga transparansi dan mempercepat proses distribusi kepada masyarakat. Ia meminta warga agar tidak berspekulasi mengenai alokasi anggaran tersebut.
Pemerintah menggandeng Kantor Pos Indonesia dan Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk proses pencairan dana. Kantor Pos menangani bantuan kebutuhan jaminan hidup, sementara BSI menyalurkan stimulan rehabilitasi rumah.
Bupati menargetkan penyaluran bantuan untuk 50 desa di enam kecamatan tuntas dalam pekan ini. Wilayah tersebut meliputi Baktiya, Langkahan, Muara Batu, Sawang, Seunuddon, dan Tanah Jambo Aye.
Pemerintah kabupaten saat ini tengah menyiapkan usulan bantuan tahap tiga ke Kementerian Sosial RI. Para Aparatur Sipil Negara (ASN) saat ini bekerja ekstra untuk merampungkan proses entri data tersebut.
“Jangan ragukan komitmen kami membela korban. Saya akan kawal seluruh ASN yang bertugas mengentri data, siang dan malam agar data yang diverifikasi benar-benar valid sehingga bantuannya tepat sasaran kepada penerima.” pungkas Ismail A. Jalil. (Advertorial)












