Aceh Utara – ForumKeadilanAceh.com | Forum Mahasiswa Pirak Timu (FOMA PT) menyoroti transparansi anggaran pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kecamatan Pirak Timu yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 4 September 2026.
FOMA PT menilai hingga saat ini belum terdapat keterbukaan yang memadai kepada masyarakat terkait Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) kegiatan MTQ tersebut. Forum mahasiswa itu meminta pihak panitia pelaksana dan Pemerintah Kecamatan Pirak Timu memberikan penjelasan secara terbuka mengenai perencanaan dan penggunaan anggaran kegiatan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh FOMA PT, setiap gampong di Kecamatan Pirak Timu disebut mengalokasikan dana sebesar Rp4 juta untuk mendukung pelaksanaan MTQ. Dengan jumlah 23 gampong, total dana yang dihitung berdasarkan informasi tersebut mencapai Rp92 juta.
Ketua Forum Mahasiswa Pirak Timu (FOMA PT), Muhammad Khadani, mengatakan pihaknya mempertanyakan keterbukaan RAP dan rincian penggunaan anggaran tersebut kepada publik.
“Kami dari Forum Mahasiswa Pirak Timu mempertanyakan transparansi anggaran pelaksanaan MTQ di Kecamatan Pirak Timu. Berdasarkan informasi yang kami peroleh, setiap gampong mengalokasikan Rp4 juta. Jika dikalikan dengan 23 gampong, maka jumlahnya mencapai Rp92 juta. Kami ingin mengetahui secara jelas bagaimana anggaran tersebut direncanakan dan digunakan,” ujar Muhammad Khadani.
Menurutnya, transparansi dalam pengelolaan anggaran merupakan bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat, terutama terhadap kegiatan yang melibatkan anggaran dari berbagai gampong.
FOMA PT, kata Khadani, tidak bermaksud menghambat pelaksanaan MTQ. Sebaliknya, pihaknya mendukung kegiatan keagamaan tersebut dan berharap seluruh proses pelaksanaannya dapat berjalan secara terbuka, akuntabel, serta dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
“Kami mendukung pelaksanaan MTQ karena ini merupakan kegiatan keagamaan yang positif dan penting. Namun, dukungan tersebut juga harus dibarengi dengan keterbukaan dalam pengelolaan anggaran. Jangan sampai muncul pertanyaan di tengah masyarakat karena informasi mengenai RAP dan penggunaan anggaran tidak disampaikan secara jelas,” katanya.
FOMA PT meminta pihak terkait memberikan penjelasan mengenai sumber anggaran, jumlah dana yang terkumpul, serta rincian kebutuhan dan penggunaan anggaran dalam pelaksanaan MTQ tingkat Kecamatan Pirak Timu.
Selain itu, FOMA PT berharap masyarakat dan mahasiswa dapat memperoleh akses terhadap informasi yang berkaitan dengan perencanaan dan penggunaan anggaran kegiatan tersebut.
“Kami meminta pihak terkait membuka RAP anggaran MTQ secara transparan. Transparansi bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan memastikan seluruh anggaran dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Muhammad Khadani.
FOMA PT menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut secara kritis dan konstruktif. Mereka berharap pelaksanaan MTQ tingkat Kecamatan Pirak Timu pada 4 September 2026 dapat berlangsung sukses serta didukung dengan pengelolaan anggaran yang terbuka dan akuntabel.
Hingga berita ini ditayangkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak panitia pelaksana maupun Pemerintah Kecamatan Pirak Timu terkait pertanyaan FOMA PT mengenai keterbukaan RAP anggaran kegiatan tersebut. FOMA PT menyatakan terbuka terhadap klarifikasi dan penjelasan dari seluruh pihak terkait.












