LHOKSEUMAWE – ForumKeadilanAceh.com | Layanan gizi tidak lagi bersifat pasif, melainkan aktif menjangkau masyarakat melalui kegiatan Posyandu di gampong-gampong.
Puskesmas juga melakukan pemantauan status gizi balita secara rutin dan memberikan intervensi dini jika ditemukan tanda-tanda gangguan pertumbuhan.
Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe juga menggandeng berbagai sektor lain, seperti pendidikan, pertanian, dan pemerintah gampong untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, Zainal Abidin, SKM mengatakan, sinergi ini bertujuan agar masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga memiliki akses terhadap bahan pangan bergizi yang mudah dijangkau.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri, dukungan lintas sektor dan partisipasi masyarakat sangat penting agar layanan gizi benar-benar berdampak luas,” tambahnya.

Selain mendorong layanan gizi di tingkat dasar, Dinas Kesehatan juga memperkuat sistem pelaporan dan pemantauan data gizi untuk memastikan setiap anak yang berisiko stunting atau kekurangan gizi mendapatkan penanganan cepat dan tepat.
Melalui pendekatan terpadu ini, diharapkan angka stunting di Lhokseumawe terus menurun secara signifikan setiap tahun.
Zainal menekankan bahwa pengelolaan layanan gizi terpadu bukan hanya soal pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga investasi jangka panjang bagi masa depan daerah.
“Dengan masyarakat yang sadar gizi dan lingkungan yang mendukung pola hidup sehat, generasi Lhokseumawe diharapkan tumbuh lebih kuat, cerdas, dan kompetitif.” pungkasnya. (Advertorial)












