Web Analytics Made Easy - Statcounter

Mengenal Konsep Program Isi Piringku, Pengganti Program 4 Sehat 5 Sempurna

LHOKSEUMAWE – ForumKeadilanAceh.com | Kita semua mungkin sudah sangat familiar dengan konsep ”4 sehat 5 sempurna” karena konsep ini sudah ada sejak tahun 1952. Empat sehat, berarti menu makanan yang mengandung makanan pokok, lauk pauk, sayur, dan buah. Susu, berperan sebagai ‘penyempurna’ dalam konsep ini.

Namun, seiring dengan perkembangan ilmu serta adanya penyempurnaan oleh para ahli gizi, konsep 4 sehat 5 sempurna tidak lagi digunakan dan digantikan dengan pedoman gizi seimbang “Isi Piringku”. Bukan hanya mengatur jenis makanan dan minuman yang seharusnya dikonsumsi setiap kali makan, pedoman ini juga memberikan informasi terkait porsi yang sebaiknya dikonsumsi agar bisa memenuhi kebutuhan gizi dalam satu hari.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe Safwaliza, S. Kep, MKM, melalui Kabid Kesmas Zainal Abidin SKM mengatakan, Perbedaan utama “4 Sehat 5 Sempurna” dan “Isi Piringku” adalah Isi Piringku lebih komprehensif dengan fokus pada proporsi dan jumlah porsi makan dalam satu piring (50% sayur dan buah, 25% karbohidrat, 25% protein), menekankan pembatasan gula, garam, dan lemak, serta memasukkan prinsip gaya hidup sehat seperti aktivitas fisik dan kebersihan, yang tidak ada dalam konsep lama.

Foto: Menu Program 4 Sehat 5 Sempurna

Menurutnya, Konsep 4 Sehat 5 Sempurna (1950-an) Fokus pada Pengenalan jenis-jenis makanan pokok, lauk-pauk, sayur, dan buah yang penting, dengan susu sebagai penyempurna nutrisi. Kelebihannya yaitu Menjadi panduan dasar pola makan sehat selama beberapa dekade untuk mengatasi malnutrisi.

“Tetapi Kelemahannya adalah kurang memberikan informasi mengenai jumlah atau porsi yang harus dikonsumsi, serta tidak menyertakan pentingnya gaya hidup bersih dan aktivitas fisik,” ungkap Zainal.

Dikatakannya, Konsep Isi Piringku (Pengganti) lebih Fokus pada Gizi seimbang melalui visualisasi komposisi porsi makan dalam satu piring, yaitu 50% sayur dan buah, 25% karbohidrat (biji-bijian utuh), dan 25% protein.

Porsi menggambarkan jumlah yang harus dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan gizi harian dan menganjurkan batasan konsumsi gula, garam, dan lemak (gula 4 sdm, garam 1 sdt, lemak/minyak 5 sdm), menekankan pentingnya minum air putih yang cukup serta menambahkan prinsip penting lainnya seperti cuci tangan, aktivitas fisik, dan memantau berat badan.

“Susu tidak lagi menjadi penyempurna, tetapi termasuk kelompok lauk-pauk karena nutrisinya bisa didapat dari sumber lain,” ungkapnya.

Program Isi Piringku Menggantikan 4 Sehat 5 Sempurna karena konsep Isi Piringku lebih relevan dengan ilmu gizi dan kondisi masyarakat modern, menjelaskan proporsi yang lebih tepat untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, serta dibuat untuk mengatasi masalah gizi buruk, mencegah penyakit tidak menular seperti obesitas yang meningkat di masyarakat. (Advertorial)