Web Analytics Made Easy - Statcounter
Daerah  

Lima Hari, Rp1,8 Miliar Berputar! Bazar Ramadhan Lhokseumawe Buktikan Ekonomi Kreatif Bangkit 

Ketua Panitia pelaksana Habibilah.

Lhokseumawe – ForumKeadilanAceh.com | Ribuan pengunjung memadati Lapangan Hiraq selama lima hari pelaksanaan Bazar Ramadhan 2026. Hasilnya tak main-main: perputaran uang mencapai sekitar Rp1,8 miliar, menjadi sinyal kuat bangkitnya ekonomi kreatif di Kota Lhokseumawe.

Bazar yang digelar di Lapangan Hiraq, Kota Lhokseumawe ini memang sedikit di bawah target awal Rp2 miliar. Namun capaian tersebut tetap dinilai luar biasa, mengingat persiapan kegiatan yang tergolong singkat.

Ketua Panitia pelaksana Habibilah, menyebut angka tersebut sebagai bukti nyata antusiasme masyarakat dan kekuatan sektor UMKM lokal.

“Realisasinya memang sedikit di bawah perkiraan awal, namun tetap menunjukkan capaian yang sangat positif bagi pelaku usaha,” ujarnya usai penutupan acara.

Sektor kuliner menjadi primadona dalam perputaran transaksi.

Sejumlah pedagang bahkan melaporkan dagangan mereka habis sebelum waktu penutupan dan meminta tambahan stok. Tak hanya itu, pelaku usaha kerajinan tangan dan seni ukir perabot juga mencatat penjualan yang menggembirakan.

Bazar ini tak sekadar ajang jual beli. Pelajar SMK turut ambil bagian, begitu juga produk pertanian yang dipasarkan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP). Keterlibatan lintas sektor ini memperlihatkan model kolaborasi ekonomi kreatif yang mulai tertata.

Habibi juga menyoroti lahirnya wadah ekonomi kreatif di Lhokseumawe yang baru berjalan sekitar dua bulan melalui Peraturan Wali Kota. Ia optimistis, dengan koordinasi yang semakin kuat, sektor ini bisa menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

Dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif turut memperkuat legitimasi kegiatan tersebut. Apresiasi diberikan meski waktu persiapan relatif singkat.

Ke depan, diharapkan kegiatan serupa dapat digelar lebih besar dengan persiapan lebih matang dan partisipasi UMKM yang lebih luas.

Ketua UMKM Ahad Festival, Yusnita Dewi, turut mengapresiasi Pemerintah Kota Lhokseumawe dan seluruh panitia. Ia menilai bazar ini menjadi wadah strategis bagi pelaku ekonomi kreatif untuk berkembang.

Menurutnya, keberlanjutan kegiatan serupa sangat penting. Bahkan ia mengusulkan agar ke depan lokasi berjualan dapat difokuskan di kawasan strategis seperti sekitar Masjid Islamic Center agar denyut ekonomi masyarakat semakin hidup dan merata.

Dengan capaian Rp1,8 miliar dalam lima hari, Bazar Ramadhan 2026 bukan sekadar agenda tahunan—melainkan sinyal bahwa ekonomi kreatif Lhokseumawe mulai menemukan momentumnya.