Web Analytics Made Easy - Statcounter
Daerah  

Lapas Kelas IIA Lhokseumawe Disorot, Puluhan Ponsel Diduga Digunakan Warga Binaan Akibat Lemahnya Pengawasan

Lapas Kelas II A Lhokseumawe. Foto: AJNN/Putri Zuhra Furna

Lhokseumawe – ForumKeadilanAceh.com | Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lhokseumawe menjadi sorotan publik setelah terungkap dugaan lemahnya pengawasan terhadap warga binaan. Hal ini mencuat menyusul ditemukannya sejumlah telepon genggam (HP) dan barang terlarang lainnya dalam razia yang dilakukan petugas di dalam blok hunian warga binaan.

Informasi yang beredar di tengah masyarakat menyebutkan bahwa penggunaan HP oleh warga binaan di Lapas Lhokseumawe sudah berlangsung cukup lama dan menjadi perbincangan luas. Keberadaan alat komunikasi ilegal tersebut menimbulkan kekhawatiran publik, mengingat HP dapat disalahgunakan untuk berbagai aktivitas terlarang, termasuk komunikasi yang tidak terkontrol dari dalam lapas.

Dugaan tersebut semakin menguat setelah petugas lapas menggelar razia rutin di beberapa blok hunian. Dalam razia tersebut, petugas berhasil mengamankan sedikitnya 11 unit smartphone, 8 buah benda keras yang diduga berpotensi membahayakan keamanan, serta sejumlah perangkat pengecasan dan instalasi pengecasan listrik ilegal yang terpasang di dalam kamar warga binaan.

Temuan ini menunjukkan adanya celah dalam sistem pengawasan dan pengendalian barang terlarang di lingkungan lapas. Pasalnya, perangkat elektronik seperti HP dan instalasi listrik ilegal tidak mudah masuk tanpa adanya kelalaian atau lemahnya pengawasan secara berlapis.

Masyarakat berharap agar pihak lapas dapat meningkatkan pengawasan serta memperketat pemeriksaan, baik terhadap warga binaan maupun terhadap arus keluar-masuk barang dan pengunjung. Langkah tegas dinilai penting untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta integritas lembaga pemasyarakatan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Lhokseumawe, Dermawan, menegaskan bahwa razia yang dilakukan merupakan bentuk komitmen pihaknya dalam menciptakan keamanan di dalam lapas.

“Razia yang kita lakukan merupakan salah satu bentuk komitmen lapas lhokseumawe dalam menciptakan lapas yang bersih dan bebas dari handphone,” katanya.

Saat disinggung terkait lemahnya pengawasan yang diduga membuat warga binaan dengan mudah membawa barang terlarang ke dalam lapas, Dermawan menyebut persoalan tersebut masih dalam tahap pendalaman.

“Mengenai hal tersebut sedang kita dalami, mengingat saya baru beberapa minggu menjabat sebagai KPLP lapas Lhokseumawe,” ujarnya.