Web Analytics Made Easy - Statcounter

Integrasi Promosi Kesehatan dan Layanan Gizi, Wujudkan Indonesia Bebas Malnutrisi

Kegiatan pemantauan gizi Balita

LHOKSEUMAWE – ForumKeadilanAceh.com | Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dengan mengintegrasikan promosi kesehatan dan layanan gizi.

Langkah strategis ini sejalan dengan upaya nasional untuk mewujudkan Indonesia bebas malnutrisi, sekaligus mempercepat penurunan angka stunting dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, Safwaliza, S. Kep, MKM, menjelaskan bahwa integrasi kedua aspek tersebut menjadi kunci dalam menciptakan sistem pelayanan kesehatan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Menurutnya, promosi kesehatan dan layanan gizi tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, karena keduanya saling melengkapi dalam membentuk perilaku hidup sehat di masyarakat.

“Dengan sinergi yang kuat, kita bisa mewujudkan masyarakat yang sehat dan bebas malnutrisi,” katanya.

Safwaliza menyebutkan, selama ini promosi kesehatan lebih banyak berfokus pada penyadaran masyarakat melalui edukasi, sedangkan layanan gizi berperan dalam intervensi langsung seperti pemantauan pertumbuhan, pemberian makanan tambahan, serta pendampingan keluarga.

Kini, kedua program itu dijalankan secara terintegrasi agar masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga pendampingan dalam penerapan perilaku sehat di kehidupan sehari-hari.

Integrasi ini diwujudkan melalui berbagai kegiatan di puskesmas dan posyandu, seperti edukasi gizi seimbang, pemeriksaan status gizi, konseling kesehatan, serta pelatihan bagi kader gizi dan kader kesehatan masyarakat.

Dengan begitu, satu kegiatan mampu mencakup dua aspek penting sekaligus, peningkatan pengetahuan dan perbaikan status gizi.

“Kami ingin setiap kegiatan kesehatan yang dilakukan di masyarakat selalu memiliki unsur promosi dan intervensi gizi. Jadi, masyarakat bukan hanya tahu apa yang sehat, tetapi juga bisa mempraktikkannya,” jelas Safwaliza.

Dinas Kesehatan juga menggandeng berbagai pihak, termasuk dinas pendidikan, pertanian, dan pemerintah gampong untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Sinergi ini penting untuk memastikan masyarakat tidak hanya memiliki pengetahuan tentang gizi, tetapi juga akses terhadap pangan bergizi dan lingkungan yang mendukung gaya hidup sehat.

Menurut Safwaliza, salah satu tantangan terbesar dalam mewujudkan Indonesia bebas malnutrisi adalah masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap pentingnya gizi seimbang dan kebersihan lingkungan.

Karena itu, pihaknya menekankan pentingnya kampanye berkelanjutan yang menjangkau hingga ke tingkat keluarga dan komunitas. (Advertorial)